like refrigerator

People Should be like Refrigerator

 

 

 

 

Tags: , , ,

ⓔⓢⓣⓘⓐⓝⓣⓘ.ⓟⓤⓢⓟⓘⓣⓐ.ⓓⓔⓦⓘ

the power of cucumber

ada pertanyaan dari beberapa teman, kenapa saya selalu membawa mentimun di dalam tas? ada yang mengira itu jimat 😂. iya, apapun sebutannya, mentimun, ketimun, bonteng (kata orang sunda mah) atau cucumber, itu memang ‘jimat’ untuk kesehatan saya.

 

setiap hari saya selalu mengonsumsi mentimun 2-3 buah. masing² 1 buah sambil sarapan & makan siang, & kadang 1 buah lagi kalau memang lagi ingin makan mentimun lagi 😁. simpel saja, tidak dengan cara yang menyulitkan, cukup dicuci bersih lalu dipotong menjadi 4 bagian memanjang dari yang ujungnya berwarna muda ke ujung yang warnanya hijau tua.

kenapa mentimun? karena mentimun mudah didapat, harganya murah & tidak cepat layu. lalu mengapa harus setiap hari? karena tidak setiap hari saya bisa mendapatkan menu buah & sayuran, jadi mentimun bisa menjadi menu buah yang bisa saya konsumsi seperti sayur juga. selain itu saya perlu mentimun untuk menjaga tekanan darah saya supaya bisa stabil & membantu melancarkan proses pencernaan. tapi ternyata manfaat mentimun lebih banyak lagi dari kedua hal tersebut, tidak hanya untuk kesehatan tapi juga untuk kulit & rambut. ini lho manfaatnya…

 

lalu kenapa juga selalu bawa di tas? ya… karena kalau sedang bepergian & harus makan di luar rumah, kan tidak selamanya rumah makan menyediakan menu lalapan yang ada mentimunnya. bila ada pun kadang hanya diberi 2 potong tipis. jadi dengan selalu membawa mentimun, kebutuhan saya akan mentimun tetap terpenuhi.

gimana?? tertarik untuk menyukai mentimun juga?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: , , , , , , , , , ,

ⓔⓢⓣⓘⓐⓝⓣⓘ.ⓟⓤⓢⓟⓘⓣⓐ.ⓓⓔⓦⓘ

magic words

beberapa hari yang lalu ada suatu peristiwa yang menurut saya tidak wajar. ada seorang putri keraton yang ditertawakan oleh sekelompok generasi jaman sekarang karena sang putri mengucapkan ‘terima kasih’ pada orang yang telah menolongnya. ya… tidak wajar, karena mereka menertawakan suatu perbuatan yang baik, sopan, wajar & mencerminkan perilaku yang terdidik. aneh kan? amat menyedihkan & memalukan melihat generasi jaman sekarang, yang bukannya lebih baik dari generasi yang lampau, tapi malah semakin buruk kualitasnya dalam segala hal!!

seiring berjalannya waktu ada banyak hal yang telah berubah. ada yang timbul & ada yang tenggelam. banyak sesuatu yang tidak kita mengerti termasuk kosa kata baru yang hadir dengan sendirinya yang kadang kita tidak tahu artinya & malah terlalu sering kita pakai dalam kehidupan sehari² & justru kosa kata lama yang seharusnya selalu kita pakai, malah kita lupakan. padahal kalau saja kita sadar arti & pengaruhnya, banyak kosa kata yang lebih baik untuk selalu kita ucapkan dibanding “Ah baper lo!”. yah… sebagai contohnya kosa kata Tolong, Maaf & Terima Kasih.


terima kasih’ itu lebih mahal dari uang

uang memang bukan segalanya walaupun segalanya harus dibeli pakai uang. diluar sana banyak orang yang beranggapan bahwa ketika kita sudah menyerahkan uang, semuanya akan selesai begitu saja. padahal kan tidak. contohnya waktu kita belanja, belanja dari barang yang paling murah sampai yang paling mahal, setelah barang diberikan ke kita & kita memberikan uang pasti ada kalimat ‘terima kasih’ dari penjual atau pembelinya. terima kasih untuk apa? ya untuk waktu, perlakuan & ucapan antara penjual & pembeli.

terima kasih lebih mahal kan dari uang? apa jadinya setelah kita membayar & menerima barang lalu penjual langsung buang muka & pergi begitu saja atau mengusir kita untuk segera pulang. kesel kan? pasti! marah apalagi & pasti tidak akan mau beli di tempat itu lagi.

maka dari itu, jangan abaikan ucapan terima kasih. jangan pernah lupa mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah meluangkan waktu untuk membantu. ikhlas atau tidak mereka membantu kita itu urusan mereka. yang terpenting ucapan terima kasih yang kita ucapkan adalah cara menghargai bantuan yang mereka berikan. tidak perlu uang, karena uang dalam beberapa kasus dapat membuat orang lain malah tersinggung bukan merasa dihargai.

bisa jadi karena ucapan terima kasih, bantuan yang tadinya tidak ikhlas berubah jadi ikhlas kan? & bantuan yang ikhlas akan lebih ikhlas lagi.

 

maaf’ seribu kali lebih baik dari ‘alah baper banget sih lo’

entah sejak kapan kata ‘baper’ ini muncul & darimana & siapa yang memulainya. memang benar sejak ada kata baper orang jadi susah minta maaf, kadang sudah tahu yang dilakukan atau yang diucapkannya salah, bukannya minta maaf malah kata yang keluar “dasar baper”.

kita tidak pernah tahu isi hati & perasaan seseorang & kita juga tidak bisa selalu menganggap yang keluar dari mulut kita itu benar & tidak menyakiti beberapa pihak. secara sadar & tidak sadar, langsung & tidak langsung, kadang yang kita pikir benar belum tentu dinilai benar oleh orang lain

padahal menjaga perasaan seseorang itu sangat penting. ngomong maaf tidak sesusah yang dibayangin koq. jangan pernah gengsi untuk bilang maaf karena kita juga manusia yang punya perasaan untuk dihargai. bayangkan gimana jadinya kalau kita susah bilang maaf & jarang menghargai perasaan orang lain. terus siapa yang mau menghargai perasaan kita?

 

kalau mau ditolongin, ya bilang: tolong

manusia memang tempatnya salah & dosa, termasuk kadang lupa diri. kadang kita tidak sadar kalau kita yang perlu dibantu malah kita lupa atau lebih tepatnya tidak sempat ngomong tolong. dalam beberapa kasus, malah kadang kita lebih memerintah dibanding meminta tolong. padahal kita yang butuh.

kalau saja kita renungkan, ketika kita mengucapkan kata ‘tolong’ secara otomatis ekspresi atau bahasa tubuh yang terlihat dari kita ya memang ekspresi orang yang meminta bantuan. bisa dibuktikan deh saat kita ngomong kata tolong kita tidak akan bisa berbicara dengan suara yang tinggi ataupun ketus. tidak pantas & tidak cocok saja rasanya. kata tolong, besar pengaruhnya lho. bantuan yang datang akan terasa lebih ikhlas. dari kedua pihak yang ditolong & penolong pun akan sama² merasa dihargai. jadi jangan memerintah kalau kita yang butuh.

 

tolong, maaf & terima kasih. wujud menghargai sekaligus tahu diri

semakin dewasa kita akan semakin sadar mana yang baik & mana yang buruk. mana yang pantas diucapkan & mana yang tidak. salah satu cara agar kita bisa dihargai orang lain nantinya ya dengan cara bagaimana kita menghargai orang lain. semua ini tentunya bukan hal yang mendadak kita pelajari setelah dewasa, namun alangkah baiknya bila sudah mulai diajarkan sejak dini agar dapat tertanam & menjadi suatu hal yang sudah otomatis akan dilakukan dari kecil hingga dewasa nantinya.

psikolog Evi Sukmaningrum, Psi, MSi, dari Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Jakarta, mengatakan, usia batita memang saat yang tepat memperkenalkan hal-hal yang baik termasuk mengajarkan kata-kata sopan. mengapa? ada beberapa alasan, antara lain, di usia 18 bulan-2 tahun anak sedang belajar menggunakan kata sifat seperti bagus, jelek, panas, dingin, dsb. selanjutnya, di usia 2-3 tahun, anak tak lagi bicara egosentris & menjadi lebih sosial. ditambah lagi di usia ini, pemahaman reseptif anak mulai jalan karena kemampuannya dalam mengeksplorasi, observasi, untuk kemudian meniru sedang berkembang. jadi memang inilah saatnya mengajarkan kata “terima kasih”, “permisi”, “tolong”, “maaf”, dsb. cara yang paling efektif adalah memberi contoh langsung saat anak beraktivitas sehingga ia dapat sekaligus belajar menggunakan kosakata tersebut pada momen yang tepat. melalui pengenalan kosakata kesopanan saat berkomunikasi dengan orang lain, anak juga akan terkondisikan untuk mengapresiasi nilai² positif. secara tidak langsung ia belajar menghargai orang lain, berbesar hati mengakui kesalahan, serta menunjukkan empati melalui kata².
umpama, saat mengucapkan “maaf” karena telah melakukan suatu kesalahan, orangtua bisa mencontohkan kontak mata sehingga anak bisa merasakan penyesalan yang mengiringi permintaan maaf itu. selain itu juga mendorong anak untuk “bertanggung jawab” atas kesalahan yang dilakukannya. misal ia menumpahkan susu temannya, selain minta maaf sodorkan susu miliknya untuk diberikan pada temannya sebagai bagian dari pembelajaran tentang tanggung jawab. saat mengucapkan kata “tolong”, orangtua bisa mencontohkan bahwa ia sungguh² meminta bantuan orang lain. setelah dibantu, ucapkan “terima kasih” juga dilakukan dengan tulus. dari situ anak akan belajar ketulusan & kesadaran bahwa ia membutuhkan orang lain.

 

gunakan 3 kata itu & lihat pengaruhnya dalam kehidupan

mulai sekarang, mari bersama² kita coba untuk tidak lupa menyisipkan kata tolong, maaf & terima kasih dalam berinteraksi dengan orang² disekitar kita. tolong, maaf & terima kasih ini saling berkaitan satu sama lain. tiga kata ini mau diucapkan terpisah & mau diucapkan tergabung pun maknanya akan sama. sama² cara untuk menghargai.

 

setelah terbiasa dengan ketiga magic words tadi, alangkah baiknya bila kita tidak berhenti sampai disitu tapi terus menambah dengan magic words lainnya seperti…

 

& semoga taman kehidupan kita semua dapat semakin indah & menuju ke arah yang lebih baik dengan bertambahnya bunga² magic words yang kita tanam dalam kehidupan kita sehari² 😊

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

ⓔⓢⓣⓘⓐⓝⓣⓘ.ⓟⓤⓢⓟⓘⓣⓐ.ⓓⓔⓦⓘ

chocolate icing

image

 

Tags: , , , , ,

ⓔⓢⓣⓘⓐⓝⓣⓘ.ⓟⓤⓢⓟⓘⓣⓐ.ⓓⓔⓦⓘ