You are here: Home > go green, me-myself-mine > ba…ba…banana

ba…ba…banana

biasanya di tahun² yang lalu, setiap tanggal 4 April saya selalu menulis artikel mengenai diri saya & ucapan syukur saya kepada Sang Pencipta atas berkat kehidupanNya. tapi… tahun ini, saya ingin cerita tentang koleksi saya yang lain selain suplir… pohon pisang 🍌 !! tidak berarti saya tidak mengucap syukur kepada TUHAN ya…, karena ucapan syukur telah saya naikkan tengah malam tadi.


biasanya orang lain menjadi kolektor tanaman yang indah seperti anggrek, mawar, kaktus & tanaman² lain yang lagi ngehits. tapi saya memilih untuk jadi kolektor pohon pisang 😄 karena sifat saya yang anti mainstream dimana masih jarang kolektor pohon pisang. selain itu, saya melihat para pecinta tanaman di negara² non tropis saja menyukai pohon pisang sampai berusaha ditanam dalam pot & ditaruh di dalam rumah, kenapa saya yang memang tinggal di negara tropis tidak memanfaatkan kondisi alam tropis untuk mempunyai pohon pisang.

pohon pisang adalah pohon yang hidup di daerah tropis. pohon pisang bisa mencapai tinggi hingga 2 meteran atau lebih, dengan daun yang lebar & juga menghasilkan buah yang manis. buah pisang sangat populer dengan warna kuning & juga hijau. batang pohon pisang lunak & tidak berkayu. pohon pisang ditanam dengan cara menanam umbinya. pohon pisang banyak sekali ditemui di wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. selain itu, di hutan hujan tropis di berbagai negara di dunia, pohon pisang juga merupakan salah satu jenis pohon yang tumbuh subur, seperti misalnya di daerah Afrika & juga Asia Selatan & tenggara, begitu pula dengan daerah Amerika Selatan.

pohon pisang banyak sekali manfaatnya, tidak hanya diambil buahnya, bahkan daun & juga batang pohon pisang pun memiliki manfaat yang banyak untuk kehidupan manusia.

pohon pisang habitat aslinya adalah di hutan Amazon, Amerika Selatan. pohon pisang membawa banyak pelajaran yang dapat kita petik melalui daur hidup & perilakunya.

apa yang ada di benak kita jika mendengar kata pisang? bagi beberapa orang, buah pisang identik dengan binatang monyet. tidak ada yang bisa menjelaskan, siapa yang pertama kali mengatakan bahwa binatang monyet makan buah pisang. faktanya, monyet tidak hanya makan buah pisang. monyet adalah hewan omnivora, mereka memakan apa saja yang bisa dimakan.

 

ada baiknya masyarakat kita tidak hanya menikmati buah pisang saja. kita bisa mulai mengamati sebatang pohon pisang. ada banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dari sebatang pohon pisang. inilah filosofi hidup sebatang pohon pisang.

pohon pisang sebagai simbol regenerasi

pohon pisang seumur hidupnya hanya berbuah sekali saja. setelah pohon pisang berbuah, akan memiliki “anak”. pohon pisang akan mati setelah memiliki anak. “anak” inilah yang akan tumbuh & berbuah, kemudian mempunyai anak lagi & mati, begitu seterusnya.

pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari daur hidup pohon pisang ini adalah regenerasi. manusia yang beranjak tua, sudah seharusnya mengalah & memberikan urusan kepada yang lebih muda. tidak ada manusia yang bisa terus berkuasa selamanya. jika sudah merasa tua & sudah tidak mampu, akan lebih baik bijaksana digantikan oleh manusia yang lebih muda.

pohon pisang tidak pendendam

supaya kita bisa mengambil buahnya, pohon pisang harus dipotong atau ditebang. dipotong minimal pada bagian tandannya. walaupun pohon pisang “disakiti”, namun pohon pisang tidak menyuruh anaknya untuk membalas-dendam, misalnya dengan berbuah yang pahit atau beracun. apa pelajaran yang dapat kita petik dari hal ini?

manusia seringkali mewariskan dendam kepada anak-keturunannya. seorang bapak yang pernah disakiti seseorang, akan menceritakan kepada anaknya. padahal sang anak tidak ada urusan dengan orang yang menyakiti bapaknya itu. pohon pisang hanya mewariskan kebaikan, tidak mewariskan keburukan. seyogyanya, begitulah perlakuan manusia kepada keturunannya.

semua bagian tubuh pohon pisang bermanfaat

mulai dari akar pohon pisang hingga buahnya, semuanya bermanfaat. bahkan untuk buah pisang yang masih mentah pun dapat kita manfaatkan. kita dapat memetik pelajaran bahwa dalam keadaan seperti apapun, kita harus bermanfaat bagi sesama manusia. manfaat diri kita kepada sesama manusia, minimal adalah sebesar kemampuan kita meberikannya.

semua manusia yang bertindak positif, pasti membawa manfaat bagi orang lain, entah itu secara langsung atau tidak langsung.

demikian sedikit pelajaran yang dapat kita petik dari daur hidup pohon pisang. kita harus ingat bahwa Yang Maha Kuasa tidak hanya mengajar manusia lewat kitab suci-Nya saja. Dia Yang Maha Kuasa juga mengajar manusia lewat alam, yang juga ciptaanNya.

 

& inilah 27 jenis pohon pisang yang baru bisa saya koleksi hingga saat ini. kalau koleksi suplir saya taruh di halaman belakang yang minim sinar matahari, maka koleksi pohon pisang saya letakkan di teras & halaman depan dimana sinar matahari pagi sampai siang cukup untuk ‘membahagiakan’ mereka 🌥⛅️☀️😎

 

 

Tags: , , , , , ,

ⓔⓢⓣⓘⓐⓝⓣⓘ.ⓟⓤⓢⓟⓘⓣⓐ.ⓓⓔⓦⓘ

Leave a Reply