You are here: Home > how to? > drive safely

drive safely

image

 

ini beberapa tips bagaimana mengemudi dengan nyaman & aman…

pertama, keadaan emosi pengemudi harus dalam kondisi senang. dengan begitu, pengemudi pun akan menjadi lebih berhati². berbeda jika emosi sedang tidak terkendali yang membuat pengemudi membawa mobil dengan agresif. kalau kita happy, kita kuat. kalau kita tidak happy, kita tidak akan kuat. simpel kan?? ?

agar tetap dalam keadaan ceria, cari hiburan di dalam mobil seperti musik yang bisa dinyanyikan. sediakan musik yang bisa bikin kita ikut bernyanyi, walaupun suara kita tidak merdu ? . jangan berpatokan dengan musik yang sedang trend agar dibilang keren, tapi kita tidak menyukai, tidak memahami & tidak bisa ikut menyanyikannya. tidak masalah… walaupun musik lawas yang penting kita suka & bisa ikut menyanyikannya. jadi yang mau pergi dengan saya harus siap mendengarkan suara saya yang “merdu” sekali karena saya lebih suka menyanyi waktu mengendarai mobil ??. selain itu, letakkan barang yang sering dibutuhkan pada posisi yang mudah dijangkau. sudah happy, entertaiment bagus, water level terjaga, bau di dalam mobil oke, posisi duduk enak, tidak salah pakai sepatu (jangan pakai sepatu yang haknya tebal ya…), terus posisi barang yang kita butuhkan dekat. karena hal² yang kecil itu bisa memicu emosi kita.

selain itu, agar badan tetap fit selama perjalanan jauh menggunakan mobil, atur waktu istirahat yang cukup. setiap 2-3 jam sekali pengemudi harus istirahat. beberapa mobil yang diproduksi beberapa tahun terakhir, bisa dijadikan tempat istirahat, jadi kita tidak perlu repot mencari tempat istirahat. banyak orang yang tidak tahu bahwa mobil zaman sekarang bisa dipakai untuk tempat beristirahat. caranya adalah, bangku depan dimajukan sampai mentok, head rest dicabut, tidurkan kursinya. mobil zaman sekarang banyak yang bangku depan-belakangnya nyambung, jadi seperti sofa panjang. kalau bangku belakangnya tidak nyambung at least bisa duduk di belakang, kaki selonjoran ke depan. jika sudah mendapatkan posisi nyaman, istirahat dengan tidur yang berkualitas. quality sleep lebih bagus daripada quantity sleep. quality sleep itu kalau bisa tidur 30 menit & pastikan tidak ada yang mengganggu. itu lebih baik dibanding tidur 2-3 jam tapi setiap 15 menit diganggu terus.

selain istirahat yang cukup, pastikan badan kita memiliki asupan air putih yang cukup juga. tidak masalah kalau kita harus bolak-balik untuk buang air kecil karena terlalu banyak minum, yang terpenting adalah cairan di tubuh tetap terjaga. cairan didalam badan harus diperhatikan karena itu tanggung jawab untuk tubuh kita.

biasanya seseorang dalam mengemudikan kendaraan cenderung untuk mencari posisi yang nyaman bagi dirinya. tetapi, posisi nyaman itu belum tentu merupakan posisi aman. seringkali tanpa disadari, kita tidak memperhatikan bagaimana posisi pengendara yang benar, sehingga bisa meningkatkan resiko terjadinya hal² yang tidak diinginkan. beberapa tips mengenai bagaimana posisi pada saat berkendara, khususnya untuk posisi duduk, tangan & kaki. hal² berikut perlu diterapkan agar kita memperoleh 3K yakni komunikasi, kenyamanan & kontrol.

 

1. yang pertama adalah posisi duduk

setelah kita duduk, cobalah mengatur jarak kaki dengan pedal dengan cara kaki dapat menjangkau pedal kopling secara full untuk mobil manual & kaki dapat menginjak pedal rem secara full untuk mobil matic. lalu lakukan pengaturan posisi sandaran punggung dengan cara meletakkan salah satu tangan pada posisi jam 12 di stir dengan tangan lurus, kemudian sandaran diatur menempel merata dipunggung kita dari bagian bawah sampai pundak. ini adalah titik terjauh di lingkaran stir yang harus dapat kita pegang. kemudian atur ketinggian (jika ada) untuk mendapatkan pandangan visual yang maksimum ketika berkendara.

  • atur ketinggian head restrain sesuai postur.
  • kenakan safety belt dengan benar.
  • atur semua posisi kaca spion, hingga kita dapat melihat ujung bodi mobil kita & posisi kendaraan lain disekitar kita. bukan hanya untuk melihat mobil kita sendiri lho ya… ?
  • & jika ingin menyalakan audio system, lakukanlah sebelum perjalanan.

 

2. untuk posisi tangan di setir, cara termudah untuk menjelaskannya adalah menggunakan bahasa jam. pada saat berkendara posisi tangan sebaiknya berada pada jam 9-3 atau 10-2. posisi 9-3 lebih baik, karena tuas² kontrol berada di area ini. beberapa hal yang tidak dianjurkan saat kita mengemudikan kendaraan adalah:

  • dengan hanya 1 tangan
  • tangan di arah dalam lingkar kemudi (bahaya airbag)
  • kedua tangan berkumpul di satu titik dalam kemudi.
  • menggunakan bola pemutar seperti di kemudi alat berat.
  • ibu jari/jempol posisi mengunci di palang stir, bisa menciderai & menghalangi kontrol stir.

 

3. yang terakhir adalah posisi kaki

  • untuk mobil manual selalu biasakan kaki kiri ada di footrest, jangan ditempelkan pada pedal kopling.
  • untuk mobil matic, kaki kiri 100 % berada di footrest, sehingga hanya kaki kanan yang digunakan.
  • posisi kaki kanan yang baik adalah, tegak lurus di pedal rem & miring kekanan untuk menginjak pedal gas, dengan tumit menempel lantai mobil, & tumit tidak bergeser.

 

intinya, sebelum menjalankan kendaraan, atur semua sesuai dengan kondisi & keinginan kita. jangan sampai kita sibuk mengatur sambil menjalankan mobil di jalan raya. atur musik yang mau kita dengarkan, atur barang yang harus ada di dekat kita, atur posisi kaca spion luar-dalam, atur posisi stir, atur posisi kursi & untuk mobil tertentu kita juga dapat mengatur koneksi bluetooth dengan telepon seluler sehingga kita tetap dapat menerima panggilan telepon dengan aman.

jangan lupa juga untuk memeriksa tekanan angin/nitrogen ban mobil. sebagai panduan berapa tekanan yang benar, dapat dilihat pada petunjuk yang ada di tutup tanki bensin atau pada sisi dalam pintu pengendara, karena tekanan ban pada setiap jenis & merk kendaraan berbeda.

menjaga jarak aman juga jadi konsep terpenting saat mengendarai mobil agar bisa melakukan pengereman dengan baik. saat macet pun disarankan tetap menjaga jarak. caranya adalah, kita harus bisa melihat bumper belakang atau roda belakang mobil di depan kita tanpa harus mengubah posisi duduk. memang, dengan menjaga jarak saat macet itu kerap kali kendaraan lain menyerobot. agar tidak diserobot, perhatikan pergerakan 2 mobil di depan kita. menjaga jarak dengan mobil di depan kita juga ternyata dapat membuat rem mobil lebih awet karena dengan menjaga jarak aman maka kita dapat meminimalisir pengereman dengan mengurangi intensitas yang berulang & penggunaan rem yang dilakukan secara mendadak.

menjaga jarak dengan kendaraan di depan kita juga menjadi hal yang sangat penting saat kita akan melewati rel kereta api dalam keadaan lalu lintas yang sedang macet. bila mobil di depan kita masih berada diatas rel atau tepat sesudah rel, janganlah kita maju & berhenti tepat diatas rel, karena posisi mobil yang berhenti dalam waktu yang cukup lama tepat diatas rel dapat menyebabkan mesin mobil kita mati mendadak. hal tersebut disebabkan rel kereta api yang mempunyai kekuatan magnetis yang sangat kuat (tidak usah dibahas disini ya… karena berkaitan dengan ilmu fisika maka bisa semakin panjang tulisan saya ini ?). tentunya kita tidak mengharapkan terjadinya hal tersebut apalagi kalau tiba² ada kereta api yang akan lewat ?. jadi… biarlah antrian mobil di depan kita maju dulu & memberi posisi aman bagi kita untuk melewati rel, barulah kita jalankan mobil kita. terkadang cara seperti ini akan membuat kita diklakson oleh mobil di belakang kita karena sejujurnya kesadaran berkendara dengan aman saat ini masih sangat rendah sehingga kebanyakan pengendara tidak mendahulukan keselamatan di jalan. tapi saya menyarankan (seperti yang selalu saya lakukan juga…) untuk tidak usah mempedulikan hal tersebut, karena hal yang paling penting adalah keselamatan nyawa & materi diri kita sendiri & orang lain.

tips : bila sampai terjadi mesin mobil mati pada saat berada di atas rel kereta api, maka bunyikan klakson mobil sekeras²nya berulang² kali sampai mesin mobil dapat dihidupkan kembali. suara yang sangat keras & ribut dapat melepaskan kekuatan magnet dari besi rel terhadap mesin mobil (sekali lagi… berkaitan dengan ilmu fisika, jadi tidak akan dibahas disini ?).

nah, itu semua tadi dari sisi teknis berkendara yang biasa disebut safety driving. tapi menurut saya belum cukup, masih harus ditambah dari sisi mental juga yang biasa disebut defensive driving (perilaku saat berkendara yang membuat terhindar dari masalah), karena saat ini banyak sekali orang yang bisa mendapatkan SIM dengan mudah lalu duduk dibelakang stir tapi mentalnya tidak baik sebagai pengendara. pengendara yang menerapkan defensive driving akan mampu mengemudikan kendaraan dengan tenang & tidak mudah terprovokasi dengan kondisi lalu lintas disekelilingnya. egois, emosi yang tinggi & tidak punya etiket, padahal ketiga hal itu ikut berperan penting dalam keselamatan di jalan raya. banyak sekali kejadian yang saya lihat seperti mengklakson kendaraan lain dengan sekuat²nya, memaki pengendara lain, menyerobot jalan orang lain dengan tiba², ugal²an, ngebut di saat yang tidak tepat dll., agar dianggap sebagai pembalap handal tapi menurut saya malah jadi seperti supir angkot ?.

menurut saya ada 1 kata kunci yang harus dipegang oleh seorang pengendara yang baik, yaitu MENGALAH! dengan mengalah bukan berarti kita kalah dari pengendara lain, karena keselamatan kita & orang lain baik nyawa maupun materi adalah kemenangan kita yang sesungguhnya. buang rasa egois, tekan emosi, sopan di jalan & ingat bahwa hukum ‘tabur-tuai’ pun tetap berlaku di jalan raya. seperti pengalaman saya yang dikomentari oleh adik saya. menurut dia, saya terlalu baik dengan sering memberi jalan orang yang minta jalan untuk belok ke jalan kecil. namun kenyataannya saya pun mendapat balasan yang setimpal. dalam kemacetan separah apapun bila saya meminta jalan karena akan berbelok ke suatu jalan, tanpa lama menunggu & bersusah payah pasti selalu ada pengendara lain yang memberi jalan. kalau sudah dapat kebaikan dari pengendara lain, jangan lupa untuk melambaikan tangan sekedar mengucapkan terima kasih ?

jangan lupa… sebelum menyalakan mesin mobil, selalu berdoa pada TUHAN untuk selalu menyertai perjalanan kita…

 

I’ve learned… that when the rubber meets the road… only GOD get my back! I’m practicing safe driving.

 

related articles :

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

ⓔⓢⓣⓘⓐⓝⓣⓘ.ⓟⓤⓢⓟⓘⓣⓐ.ⓓⓔⓦⓘ

Leave a Reply